
SUBANG – Suasana lapangan MTsN 1 Subang pada Selasa pagi (21/04/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa berkumpul dengan tertib sejak pukul 06.30 WIB untuk mengikuti agenda rutin harian yang menjadi unggulan sekolah, yakni Pembiasaan Literasi pagi sebelum dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Program literasi ini merupakan komitmen jangka panjang MTsN 1 Subang dalam mencetak generasi yang literat. Dilaksanakan setiap hari Selasa, kegiatan ini dibagi menjadi dua fokus utama, yaitu literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang digelar secara bergantian setiap minggunya. Hal ini bertujuan agar peserta didik memiliki keseimbangan dalam kemampuan berbahasa nasional maupun pelestarian bahasa daerah.
Kreativitas Kelas 7E di Atas Podium
Pada Selasa ini, giliran kelas 7E yang mengambil peran di atas panggung literasi. Sebanyak delapan perwakilan siswa, yakni Ahmad, Callista, Batrisya, Meysha, Jessica, Verlyta, Nadhifa, dan Nadine, tampil memukau di hadapan rekan-rekan sejawatnya.
Tema yang diangkat tergolong unik dan edukatif, yaitu "Paguneman Babagian Awak Make Sisindiran Bahasa Sunda" (Percakapan mengenai anggota tubuh menggunakan seni pantun Sunda). Melalui metode ini, para siswa tidak hanya belajar menghafal kosa kata bahasa Sunda tentang anatomi tubuh, tetapi juga diajak memahami struktur sastra tradisional Sunda yang penuh dengan nilai estetika dan filosofi.
Menjaga Identitas di Tengah Arus Zaman
Keberhasilan penampilan tersebut tidak lepas dari bimbingan intensif guru Bahasa Sunda MTsN 1 Subang, Tarlan, S.Pd. dan Khairul Fridarmawan, S.Pd. Keduanya secara konsisten menanamkan prinsip bahwa bahasa adalah cermin bangsa.
"Kami ingin memastikan bahwa warga Jawa Barat, khususnya generasi muda di Subang, tidak kehilangan identitas diri. Bahasa Sunda adalah jati diri kita. Dengan literasi seperti ini, anak-anak tidak hanya sekadar tahu, tapi juga mencintai dan merasa bangga menggunakan bahasa ibu mereka dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Tarlan, S.Pd. di sela-sela kegiatan.
Apresiasi dari Pihak Madrasah
Kegiatan rutin ini mendapat dukungan penuh dan apresiasi yang sangat tinggi dari Kepala MTsN 1 Subang, H. Jijib Mujiburrahman. Beliau memandang bahwa literasi bahasa daerah merupakan langkah nyata dalam pendidikan karakter.
"Kami merasa sangat bangga melihat kreativitas anak-anak. Visi kami adalah melahirkan lulusan yang unggul secara akademis namun tetap memegang teguh akar budaya. Jika peserta didik mampu berbahasa Indonesia dengan baik sekaligus mahir menggunakan bahasa Sunda, maka mereka telah berkontribusi langsung dalam melestarikan warisan budaya tak benda," tegas H. Jijib Mujiburrahman.
Dampak Positif bagi Siswa
Pelaksanaan literasi yang berlangsung selama 30 menit ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum (public speaking). Selain itu, pergantian tema dan pengisi acara dari setiap kelas memastikan adanya pemerataan kesempatan bagi seluruh siswa untuk berekspresi.
Dengan berakhirnya kegiatan pada pukul 07.00 WIB, para siswa kembali ke kelas masing-masing dengan membawa wawasan baru. Literasi di MTsN 1 Subang kini bukan lagi sekadar rutinitas formalitas, melainkan telah menjadi wadah bagi siswa untuk merawat kearifan lokal agar tetap lestari di masa depan. (MR).