- Details
- Written by: Humas MTsN 1 Subang
- Hits: 105
SUBANG - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Subang terpilih menjadi salah satu sekolah (piloting) dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Subang. Selain MTsN 1 Subang, sekolah lain yang ditunjuk sebagai percontohan dalam program strategis ini adalah SMPN 1 Subang dan SMPN 1 Jalan Cagak.
Sebagai langkah awal menyukseskan program (piloting) tersebut, Tim Bimbingan Konseling (BK) MTsN 1 Subang menggelar sosialisasi intensif yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, yakni pada Senin, 25 Mei 2026 dan Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB 2026 bagi seluruh peserta didik kelas 9 beserta orang tua wali murid.
Fokus Dua Jalur Utama dan Garis Waktu Pendaftaran
Hari pertama sosialisasi, Senin (25/5), difokuskan khusus pada sosialisasi Jalur Maung (Manusia Unggul) untuk SMA Negeri 1 Subang. Jalur ini merupakan program unggulan yang diperuntukkan bagi siswa-siswi yang memiliki potensi akademik dan nonakademik luar biasa. Pihak madrasah bergerak cepat dengan langsung memfasilitasi proses pendaftaran bagi siswa kelas 9 yang berminat dan memenuhi kriteria masuk ke sekolah *maung* tersebut pada hari yang sama. Berdasarkan jadwal resmi, proses pendaftaran khusus Jalur Maung ini berlangsung dari tanggal 25 s.d. 29 Mei 2026.
Sementara itu, pada hari kedua, Selasa (26/5), sosialisasi diperluas dengan melibatkan seluruh orang tua atau wali murid kelas 9 bersama dengan para peserta didik. Agenda utama pada hari kedua ini adalah pemaparan teknis terkait pengisian sistem Pendaftaran Online Calon Murid Baru (PCMB). Untuk jalur PCMB, masa pendaftaran dijadwalkan akan dimulai pada 29 Mei s.d. 8 Juni 2026. Mengingat status MTsN 1 Subang sebagai sekolah (piloting), madrasah mematok target besar, yakni partisipasi pengisian PCMB harus mencapai 100 persen.
Pembagian Akun Resmi dan Progres Aktivasi Siswa
Selain penyampaian materi, agenda pada hari Selasa tersebut juga dimanfaatkan oleh madrasah untuk mendistribusikan akun resmi SPMB secara langsung kepada para peserta didik. Akun ini menjadi kunci akses utama bagi siswa untuk melakukan proses pendaftaran mandiri.
Hingga hari ini, dilaporkan dari total 288 siswa kelas 9 yang tercatat di MTsN 1 Subang, sebanyak 256 siswa terpantau sudah berstatus aktif dan berhasil melakukan aktivasi akun mereka di sistem. Sementara itu, sisa siswa yang belum melakukan aktivasi diketahui karena berhalangan hadir ke sekolah, dan pihak Tim BK dipastikan akan terus melakukan pendampingan susulan bagi mereka.
Kolaborasi Tim BK dan Dukungan Penuh Kepala Madrasah
Rangkaian materi sosialisasi, baik yang ditujukan kepada orang tua maupun peserta didik, disampaikan secara bergantian dan simultan oleh Tim BK MTsN 1 Subang yang solid. Tim ini beranggotakan para pendidik profesional, yaitu Ibu Rusmiati, S.Pd.I., M.Pd., Ibu Iceu Endang, S.Pd., Ibu Alvi Syauqi, S.Sos., Ibu Istiqomah, S.Psi., Ibu Rizki Dinda, S.Pd., dan Bapak Imron Rosyadi, S.Psi. Secara komunikatif, mereka mengupas tuntas juknis SPMB 2026 agar tidak terjadi disinformasi di tingkat pemilih sekolah.
Kegiatan krusial ini dibuka langsung oleh Kepala MTsN 1 Subang, H. Jijib Mujiburrahman. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keselarasan visi antara lingkungan domestik (rumah) dan lembaga pendidikan dalam menentukan masa depan studi siswa.
"Kami berharap agar orang tua dan peserta didik dapat bersinergi, satu tujuan, dan satu jalur dalam pemilihan jalur SPMB ini. Jika komunikasi dan pilihan sudah selaras, proses pendaftaran yang nantinya akan didampingi dan dibantu oleh Tim BK akan menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan efisien," ujar H. Jijib Mujiburrahman di hadapan para hadirin.
Dengan adanya sosialisasi yang terstruktur serta progres aktivasi akun yang berjalan cepat, MTsN 1 Subang optimistis dapat memenuhi target (piloting) nasional serta mengantarkan seluruh lulusan kelas 9 menuju jenjang pendidikan berikutnya dengan matang dan terarah. (MR)
- Details
- Written by: Humas MTsN 1 Subang
- Hits: 40

SUBANG, 30 April 2026 – MTsN 1 Subang kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai madrasah berbasis inovasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada Kamis (30/4), bertempat di lingkungan MTsN 1 Subang, dilaksanakan seremonial penyerahan hadiah bagi inovator "Sabun Nanas Tsanawiyah Satu" (SANATSU) yang berhasil meraih kategori bergengsi The Most Voted Innovation pada ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat, yang dipimpin oleh Sekretaris Badan, Ibu Tita Nuroswita, SP, MM. Turut mendampingi dalam rombongan tersebut Kabid Inovtek, Bapak Arief Dhany Sutadian, Ph.D; Analis Kebijakan Muda, Ibu R. Iin Roseptina Maryam, SE, M.Si; serta tim teknis BP2D Jabar dan tim KIJB. Hadir pula sebagai bentuk sinergi daerah, Sekretaris BP4D Kabupaten Subang, Ibu Saanah Yulia, S.Sos., M.AP, serta perwakilan dari Bank BJB Provinsi Jawa Barat sebagai pihak sponsor penghargaan.
Dalam sambutannya, Sekretaris BP2D Jabar, Ibu Tita Nuroswita, menyatakan kekagumannya atas daya cipta yang muncul dari lingkungan madrasah. "Kami sangat bangga karena ada inovasi yang lahir dari lingkup madrasah. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas siswa kita mampu menjawab tantangan pengelolaan limbah menjadi produk bernilai guna," ungkapnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd. Beliau menekankan bahwa prestasi ini merupakan indikator kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah.
"Inovasi ini semoga bisa istiqomah. Keberhasilan ini merupakan salah satu bentuk dari madrasah unggul yang lahir dari manusia-manusia unggul," tegas Dr. H. Badruzaman.
Mia Rusmiati, S.Pd.I., M.Pd., selaku Ketua Tim Pancawaluya yang juga bertindak sebagai pemandu acara (MC), menjelaskan bahwa inovasi pemanfaatan kulit nanas ini telah diintegrasikan ke dalam program Pancawaluya sehingga berhasil meraih predikat Juara 1.
Nilai strategis produk ini semakin kuat dengan kepemilikan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang memberikan perlindungan hukum atas karya tersebut selama 50 tahun ke depan.

Tokoh sentral di balik inovasi ini adalah para siswa hebat MTsN 1 Subang, yakni Windi Rahma Ayu, Ajeng Naura Istiqomah, dan Queeni Alimah Goniy Zalzalali Wal Ikrom, yang berada di bawah bimbingan guru pendamping, Dra. Hj. Yeyet Rosmiati, M.Pd.
Dukungan penuh juga terus mengalir dari Pemerintah Kabupaten Subang. Ibu Saanah Yulia selaku Sekretaris BP4D menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung dan memfasilitasi setiap inovasi yang dimunculkan oleh MTsN 1 Subang, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Subang dan Jawa Barat. (MR)
- Details
- Written by: Humas MTsN 1 Subang
- Hits: 36

SUBANG, 25 April 2026 – Bimbingan Konseling (BK) MTsN 1 Subang kembali menunjukkan komitmennya dalam menyelaraskan pendidikan di sekolah dengan pola asuh di rumah. Bertempat di lingkungan sekolah, seminar parenting kembali digelar pada Sabtu pagi (25/4). Ini merupakan kali kedua kegiatan serupa dilaksanakan, menyusul kesuksesan seminar pertama pada tahun 2024 yang saat itu menghadirkan Guru Besar sekaligus Kaprodi Pascasarjana Psikologi Pendidikan UPI Bandung, Prof. Dr. Mubiar Agustin, M.Pd.
Tema dan Narasumber
Seminar kali ini mengusung tema yang sangat relevan dengan dinamika remaja masa kini: "Jembatan, Bukan Tembok: Strategi Orang Tua Menjadi Pendamping Utama di Setiap Fase Transisi Anak." Hadir sebagai pemateri utama adalah Ibu Maya Sumantri, S.Psi., Psikolog, seorang praktisi psikologi yang berpengalaman dalam menangani problematika tumbuh kembang remaja.

Pelaksanaan dan Kehadiran
Acara yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.30 WIB ini menyasar orang tua siswa kelas IX sebagai peserta utama. Kehadiran para orang tua ini dianggap krusial mengingat siswa kelas IX tengah berada dalam fase transisi penting menuju jenjang pendidikan menengah atas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tokoh penting sekolah, di antaranya:
- Ketua Komite MTsN 1 Subang, Bapak H. Agus Sutardi, beserta Sekretaris dan Bendahara Komite.
- Kepala Madrasah (Kamad) MTsN 1 Subang.
- Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) dan para Wakil Kepala Madrasah (Wakamad).
Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa berprestasi, Albi Hakim Afazani dari kelas 9A, yang telah menyelesaikan hafalan (tahfidz) sebanyak 7 juz.
Dinamika Diskusi dan Tanya Jawab
Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Dalam sesi tanya jawab, muncul berbagai persoalan nyata yang dihadapi orang tua, antara lain:
- Kecanduan Gadget: Perwakilan orang tua kelas 9G berkonsultasi mengenai strategi menghadapi anak yang memiliki ketergantungan tinggi pada perangkat digital.
- Ketertarikan Lawan Jenis: Perwakilan orang tua kelas 9B menanyakan pendekatan yang tepat bagi anak yang mulai menunjukkan hasrat atau ketertarikan pada lawan jenis.
- Karakter Introvert: Perwakilan orang tua kelas 9D mencari solusi dalam mendampingi anak yang berkepribadian tertutup (introvert) agar tetap optimal dalam bersosialisasi.
Ibu Maya Sumantri memberikan jawaban secara komprehensif, jelas, dan memuaskan dari sudut pandang psikologi praktis. Sebagai bentuk dedikasi, beliau juga memberikan tawaran istimewa berupa pelayanan konsultasi gratis bagi orang tua siswa MTsN 1 Subang yang ingin berkonsultasi lebih lanjut pada setiap hari Jumat.

Apresiasi dan Harapan
Ketua Komite MTsN 1 Subang, Bapak H. Agus Sutardi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tim BK.
"Dengan adanya seminar parenting ini, semoga dapat menambah wawasan para orang tua sehingga anak-anak kita kelak bukan saja menjadi pribadi yang pintar secara akademik, tetapi juga memiliki adab dan karakter yang mulia," ujar beliau dalam sambutannya.
Panitia Penyelenggara
Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kerja keras Tim Bimbingan Konseling (BK) MTsN 1 Subang yang terdiri dari : Rusmiati, S.Pd.I., M.Pd., Iceu Endang, S.Pd., Alvi Sauqi, S.Sos., Rizki Dinda Ayu, S.Pd., Istiqomah, S.Psi. dan Imron Rosyadi, S.Psi.
Melalui seminar ini, MTsN 1 Subang berharap sinergi antara guru, orang tua, dan siswa dapat terus terjaga demi mencetak generasi emas yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. (MR)
- Details
- Written by: Humas MTsN 1 Subang
- Hits: 52
SUBANG – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Subang sukses menyelenggarakan rangkaian ujian praktik bagi seluruh siswa kelas IX selama empat hari berturut-turut, mulai dari Senin hingga Kamis, 20–23 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari asesmen akhir untuk mengukur capaian kompetensi psikomotorik siswa sebelum mereka menyelesaikan masa pendidikan di tingkat madrasah.
Ujian praktik tahun ini diikuti oleh total 288 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar, mulai dari kelas IX-A hingga IX-I. Setiap harinya, para siswa diuji dengan materi yang berbeda-beda, mencakup ranah keagamaan, keterampilan praktis, hingga kebugaran jasmani.
Rangkaian Kegiatan Harian
Senin, 20 April 2026: Al-Qur'an Hadits (BTQ)
Kegiatan diawali pada hari Senin dengan ujian mata pelajaran Al-Qur'an Hadits oleh bapak Sutisna S. Ag., M. Pd. dan ibu Neni Noor Himmah, S. Ag. yang mengusung tema Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ). Dalam ujian ini, para penguji menitikberatkan pada kelancaran membaca sesuai tajwid serta kemampuan menulis ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan benar. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap lulusan memiliki landasan religius yang kuat.

Selasa, 21 April 2026: Fikih (Salat Jenazah)
Pada hari kedua, fokus beralih ke mata pelajaran Fikih dengan penguji ibu Hj. Nur Asobah, S. Ag., M. Si. dan ibu Dra. R. Siti Jauhariah. Para siswa diwajibkan mempraktikkan tata cara salat jenazah secara berkelompok maupun individu. Materi ini dinilai sangat krusial agar para siswa memiliki bekal ilmu yang aplikatif di tengah masyarakat, khususnya dalam menjalankan fardu kifayah.

Rabu, 22 April 2026: Prakarya (Pengolahan Pangan Kreatif)
Suasana berbeda terasa pada hari Rabu saat ujian Prakarya secara langsung dinilai oleh bapak Tantan Setya Kata, S. Pd., dan bapak Ridwan Wahyudin, S. Pd. I. Aroma sedap memenuhi area madrasah ketika para siswa mengolah bahan pangan berbahan dasar daging dan ikan. Melalui tema "Pengolahan Produk Pangan Kreatif", siswa ditantang untuk menciptakan inovasi kuliner, baik dari segi rasa, estetika penyajian (plating), hingga nilai ekonomi produk tersebut.


Kamis, 23 April 2026: PJOK (Atletik Nomor Lari)
Rangkaian ujian praktik ditutup pada hari Kamis dengan mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang secara langsung diuji oleh bapak Udin Wahyudin, S. Pd., bapak Moch Sofyan Ismail, S. Pd., dan bapak Indriyana, S. Pd.. Mengambil lokasi di lapangan terbuka, para siswa mengikuti ujian materi atletik pada nomor lari. Selain penilaian waktu tempuh, teknik dasar seperti posisi start dan cara memasuki garis finis menjadi komponen penilaian utama.

Apresiasi dan Harapan
Pihak madrasah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh siswa yang telah mengikuti ujian dengan penuh disiplin dan semangat. Meskipun jadwal yang dijalani cukup padat, para siswa kelas IX mampu menunjukkan performa terbaik mereka di setiap bidang.
Penyelenggaraan ujian praktik ini diharapkan tidak hanya menjadi syarat kelulusan semata, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa yang mandiri, berwawasan luas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islami. Dengan berakhirnya ujian praktik ini, para siswa kelas IX MTsN 1 Subang kini bersiap melangkah ke tahap evaluasi akhir berikutnya menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (MR)
- Details
- Written by: Humas MTsN 1 Subang
- Hits: 60

SUBANG – Suasana lapangan MTsN 1 Subang pada Selasa pagi (21/04/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa berkumpul dengan tertib sejak pukul 06.30 WIB untuk mengikuti agenda rutin harian yang menjadi unggulan sekolah, yakni Pembiasaan Literasi pagi sebelum dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Program literasi ini merupakan komitmen jangka panjang MTsN 1 Subang dalam mencetak generasi yang literat. Dilaksanakan setiap hari Selasa, kegiatan ini dibagi menjadi dua fokus utama, yaitu literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang digelar secara bergantian setiap minggunya. Hal ini bertujuan agar peserta didik memiliki keseimbangan dalam kemampuan berbahasa nasional maupun pelestarian bahasa daerah.
Kreativitas Kelas 7E di Atas Podium
Pada Selasa ini, giliran kelas 7E yang mengambil peran di atas panggung literasi. Sebanyak delapan perwakilan siswa, yakni Ahmad, Callista, Batrisya, Meysha, Jessica, Verlyta, Nadhifa, dan Nadine, tampil memukau di hadapan rekan-rekan sejawatnya.
Tema yang diangkat tergolong unik dan edukatif, yaitu "Paguneman Babagian Awak Make Sisindiran Bahasa Sunda" (Percakapan mengenai anggota tubuh menggunakan seni pantun Sunda). Melalui metode ini, para siswa tidak hanya belajar menghafal kosa kata bahasa Sunda tentang anatomi tubuh, tetapi juga diajak memahami struktur sastra tradisional Sunda yang penuh dengan nilai estetika dan filosofi.
Menjaga Identitas di Tengah Arus Zaman
Keberhasilan penampilan tersebut tidak lepas dari bimbingan intensif guru Bahasa Sunda MTsN 1 Subang, Tarlan, S.Pd. dan Khairul Fridarmawan, S.Pd. Keduanya secara konsisten menanamkan prinsip bahwa bahasa adalah cermin bangsa.
"Kami ingin memastikan bahwa warga Jawa Barat, khususnya generasi muda di Subang, tidak kehilangan identitas diri. Bahasa Sunda adalah jati diri kita. Dengan literasi seperti ini, anak-anak tidak hanya sekadar tahu, tapi juga mencintai dan merasa bangga menggunakan bahasa ibu mereka dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Tarlan, S.Pd. di sela-sela kegiatan.
Apresiasi dari Pihak Madrasah
Kegiatan rutin ini mendapat dukungan penuh dan apresiasi yang sangat tinggi dari Kepala MTsN 1 Subang, H. Jijib Mujiburrahman. Beliau memandang bahwa literasi bahasa daerah merupakan langkah nyata dalam pendidikan karakter.
"Kami merasa sangat bangga melihat kreativitas anak-anak. Visi kami adalah melahirkan lulusan yang unggul secara akademis namun tetap memegang teguh akar budaya. Jika peserta didik mampu berbahasa Indonesia dengan baik sekaligus mahir menggunakan bahasa Sunda, maka mereka telah berkontribusi langsung dalam melestarikan warisan budaya tak benda," tegas H. Jijib Mujiburrahman.
Dampak Positif bagi Siswa
Pelaksanaan literasi yang berlangsung selama 30 menit ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum (public speaking). Selain itu, pergantian tema dan pengisi acara dari setiap kelas memastikan adanya pemerataan kesempatan bagi seluruh siswa untuk berekspresi.
Dengan berakhirnya kegiatan pada pukul 07.00 WIB, para siswa kembali ke kelas masing-masing dengan membawa wawasan baru. Literasi di MTsN 1 Subang kini bukan lagi sekadar rutinitas formalitas, melainkan telah menjadi wadah bagi siswa untuk merawat kearifan lokal agar tetap lestari di masa depan. (MR).
- Pelaksanaan TKA di MTsN 1 Subang Berlangsung Sukses Selama Empat Hari
- Tingkatkan Imun Iman, MTsN 1 Subang Gelar Pesantren Ramadhan Full Day yang Inspiratif
- MTsN 1 Subang Gelar Pelantikan Pengurus MPK dan OSIS Masa Bakti 2026/2027
- Pemilihan Ketua dan Wakil MPK/OSIS MTsN 1 Subang Masa Bakti 2026/2027 Berlangsung Demokratis