Motto Berkah

SUBANG, 30 April 2026 – MTsN 1 Subang kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai madrasah berbasis inovasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada Kamis (30/4), bertempat di lingkungan MTsN 1 Subang, dilaksanakan seremonial penyerahan hadiah bagi inovator "Sabun Nanas Tsanawiyah Satu" (SANATSU) yang berhasil meraih kategori bergengsi The Most Voted Innovation pada ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat, yang dipimpin oleh Sekretaris Badan, Ibu Tita Nuroswita, SP, MM. Turut mendampingi dalam rombongan tersebut Kabid Inovtek, Bapak Arief Dhany Sutadian, Ph.D; Analis Kebijakan Muda, Ibu R. Iin Roseptina Maryam, SE, M.Si; serta tim teknis BP2D Jabar dan tim KIJB. Hadir pula sebagai bentuk sinergi daerah, Sekretaris BP4D Kabupaten Subang, Ibu Saanah Yulia, S.Sos., M.AP, serta perwakilan dari Bank BJB Provinsi Jawa Barat sebagai pihak sponsor penghargaan.

Dalam sambutannya, Sekretaris BP2D Jabar, Ibu Tita Nuroswita, menyatakan kekagumannya atas daya cipta yang muncul dari lingkungan madrasah. "Kami sangat bangga karena ada inovasi yang lahir dari lingkup madrasah. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas siswa kita mampu menjawab tantangan pengelolaan limbah menjadi produk bernilai guna," ungkapnya.

Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd. Beliau menekankan bahwa prestasi ini merupakan indikator kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah.

"Inovasi ini semoga bisa istiqomah. Keberhasilan ini merupakan salah satu bentuk dari madrasah unggul yang lahir dari manusia-manusia unggul," tegas Dr. H. Badruzaman.

Mia Rusmiati, S.Pd.I., M.Pd., selaku Ketua Tim Pancawaluya yang juga bertindak sebagai pemandu acara (MC), menjelaskan bahwa inovasi pemanfaatan kulit nanas ini telah diintegrasikan ke dalam program Pancawaluya sehingga berhasil meraih predikat Juara 1. 
Nilai strategis produk ini semakin kuat dengan kepemilikan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang memberikan perlindungan hukum atas karya tersebut selama 50 tahun ke depan.

Tokoh sentral di balik inovasi ini adalah para siswa hebat MTsN 1 Subang, yakni Windi Rahma Ayu, Ajeng Naura Istiqomah, dan Queeni Alimah Goniy Zalzalali Wal Ikrom, yang berada di bawah bimbingan guru pendamping, Dra. Hj. Yeyet Rosmiati, M.Pd.

Dukungan penuh juga terus mengalir dari Pemerintah Kabupaten Subang. Ibu Saanah Yulia selaku Sekretaris BP4D menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung dan memfasilitasi setiap inovasi yang dimunculkan oleh MTsN 1 Subang, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Subang dan Jawa Barat. (MR)